Minggu, 10 Juni 2012

Sistem Perbankan Elektronik

A. Perkembangan teknologi perbankan elektronik
Di era globalisasi ini, kehidupan manusia tidak dapat terlepas dari arus komunikasi dan informasi telah menjelma menjadi suatu kekuatan tersendiri dalam persaingan global yang semakin kompetitif. kehadiran internet sebagai sebuah fenomena kemajuan teknologi menyebabkan terjadinya percepatan globalisasi dan lompatan besar bagi penyebaran informasi dan komunikasi di seluruh dunia.Peran teknologi dalam dunia perbankan sangatlah mutlak, dimana kemajuan suatu sistem perbankan sudah barang tentu ditopang oleh peran teknologi informasi. Semakin berkembang dan kompleksnya fasilitas yang diterapkan perbankan untuk memudahkan pelayanan, itu berarti semakin beragam dan kompleks adopsi teknologi yang dimiliki oleh suatu bank. Tidak dapat dipungkiri, dalam setiap bidang termasuk perbankan penerapan teknologi bertujuan selain untuk memudahkan operasional intern perusahaan, juga bertujuan untuk semakin memudahkan pelayanan terhadap customers. Apalagi untuk saat ini, khususnya dalam dunia perbankan hampir semua produk yang ditawarkan kepada customers serupa, sehingga persaingan yang terjadi dalam dunia perbankan adalah bagaimana memberikan produk yang serba mudah dan serba cepat.
Kegunaan komputer di bidang perbankan untuk menghasilkan informasi bagi pihak manajemen bank sendiri dan juga untuk meningkatkan pelayanan kepada pihak nasabah bank Saat ini dengan dikenalnya E-Commerce, maka pelayanan transaksi secara online dapat diterapkan dengan disediakannya ATM kemudian dengan penggunaan internet memudahkan perbankan dalam melakukan pelayanan kepada nasabahnya melalui INTERNET BANKING dan SMS BANKING. Pesatnya perkembangan teknologi itu telah membentuk masyarakat informasi internasional,termasuk di Indonesia. Sehingga satu sama lain menjadikan belahan dunia ini menjadi sempit dan berjarak pende Berbisnis pun begitu mudahnya,seperti membalikkan telapak tangan. sehinngga diperlukan pembentukan hukum baru yang melibatkan berbagai aspek. Misalnya dalam hal pengembangan dan pengakuan hukum terhadap dokumen serta tandatangan elektronik, perlindungan dan privasi konsumen,cyber crime, pengaturan konten dan cara-cara menyelesaikan sengketa domain.
B. Jenis-jenis Teknologi E-Banking
Beberapa gambaran umum mengenai jenis-jenis teknologi E-Banking dapat dilihat di bawah ini:
- Automated teller machine (ATM).
Terminal elektronik yang idsediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana.
- Computer banking.
Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain.
- Debit (or check) card.
Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet (diambil) dari rekening banknya.
- Direct deposit.
Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana (misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah.
- Direct payment (also electronic bill payment).
Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment.
- Electronic bill presentment and payment (EBPP).
Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank. Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar taguhan tersebut secara online juga jika berkenan. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut.
- Electronic check conversion.
Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek (number rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik agar bisa dilakukan pemindahan dana elektronik.
- Electronic fund transfer (EFT).
Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik.
- Payroll card.
Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik.
- Preauthorized debit (or automatic bill payment).
Bentuk pembuayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll). Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor (misalnya PLN atau PT Telkom).
- Prepaid card.
Salah satu tipe Stored-value card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu.
- Smart card.
Salah satu tipe stored-value card yang didalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus (misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi). Kartu ini bisa digunakan pada system terbuka (misalnya untuk pembayaran transportasi public) atau system tertutup (misalnya MasterCard atau Visa networks).
- Stored-value card.
Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain. Untuk single-purpose stored value card, penerbit (issuer) dan penerima (acceptor) kartu adalah perusahaan yang sama dan dana pada kartu tersebut menunjukkan pembayaran di muka untuk penggunaan barang dan jasa tertentu (misalnya kartu telpon). Limited-purpose card secara umum digunakan secara terbatas pada terminal POS yang teridentifikasi sebelumnya di lokasi-lokasi tertentu (misalnya vending machines di sekolah-sekolah). Sedangkan multi-purpose card dapat digunakan pada beberapa penyedia jasa dengan kisaran yang lebih luas, misalnya kartu dengan logo MasterCard, Visa, atau logo lainnya dalam jaringan antar bank.
C. Prinsip penerapan E-Banking dan M-Banking
Saluran dari e-Banking yang telah diterapkan bank-bank di Indonesia sebagai berikut:
1. ATM, Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri
Ini adalah saluran e-Banking paling populer yang kita kenal. Setiap kita pasti mempunyai kartu ATM dan menggunakan fasilitas ATM. Fitur tradisional ATM adalah untuk mengetahui informasi saldo dan melakukan penarikan tunai. Dalam perkembangannya, fitur semakin bertambah yang memungkinkan untuk melakukan pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan yang terkini transfer ke bank lain (dalam satu switching jaringan ATM). Selain bertransaksi melalui mesin ATM, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja di tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang dapat menerima setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM. Layaklah bila ATM disebut sebagai mesin sejuta umat dan segala bisa, karena ragam fitur dan kemudahan penggunaannya.
2. Phone Banking
Ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan bank via telepon. Pada awalnya lazim diakses melalui telepon rumah, namun seiring dengan makin populernya telepon genggam/HP, maka tersedia pula nomor akses khusus via HP bertarif panggilan flat dari manapun nasabah berada. Pada awalnya, layanan Phone Banking hanya bersifat informasi yaitu untuk informasi jasa/produk bank dan informasi saldo rekening serta dilayani oleh Customer Service Operator/CSO. Namun profilnya kemudian berkembang untuk transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain; serta dilayani oleh Interactive Voice Response (IVR). Fasilitas ini boleh dibilang lebih praktis ketimbang ATM untuk transaksi non tunai, karena cukup menggunakan telepon/HP di manapun kita berada, kita bisa melakukan berbagai transaksi, termasuk transfer ke bank lain.
3. Internet Banking
Ini termasuk saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Fitur transaksi yang dapat dilakukan sama dengan Phone Banking yaitu informasi jasa/produk bank, informasi saldo rekening, transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain. Kelebihan dari saluran ini adalah kenyamanan bertransaksi dengan tampilan menu dan informasi secara lengkap tertampang di layar komputer/PC atau PDA.
4. SMS/m-Banking
Saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), dan pembelian voucher. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan, namun tergantung pada akses yang dapat diberikan bank. Saluran ini sebenarnya termasuk praktis namun dalam prakteknya agak merepotkan karena nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms.
Di balik kemudahan e-Banking tersimpan pula risiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik. Lazimnya untuk ATM, nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN); sedangkan untuk Phone Banking, Internet Banking, dan SMS/m-Banking, nasabah diberikan kode pengenal (userid) dan PIN. Sebagai pengaman tambahan untuk internet banking, pada bank tertentu diberikan piranti tambahan untuk mengeluarkan PIN acak/random. Sedangkan untuk SMS Banking, nasabah diminta untuk meregistrasikan nomor HP yang digunakan.
Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e-Banking, kini pilihan ada di tangan kita untuk memanfaatkannya atau tidak. Namun mengingat tidak semua bank menyediakan layanan-layanan tersebut, maka seberapa pintarkah bank kita? Untuk dapat bertransaksi pintar, kini saatnya memilih bank pintar kita, tentunya sesuai kebutuhan transaksi.
D. INTERNATIONAL ELECTRONIC FUND TRANSFER SYSTEM
Electronic Funds Transfer Systems (EFTS) sudah menjadi metode utama yang melibatkan pembayaran dana dalam jumlah besar yang dilakukan lembaga keuangan dan nasabah bisnisnya. EFT didefinisikan sebagai pemindahan dana yang diawali dari terminal elektronik, instrument telpon, computer, atau magnetic tape untuk memesan, memerintahkan, atau memberikan kewenangan kepada lembaga keuangan untuk mendebet atau mengkredit rekening. Kemampuan lembaga keuangan untuk menyediakan jasa-jasa tersebut seiring dengan perkembangan teknologi computer dan teknologi komunikasi data.
FEDWIRE
Fedwire adalah jaringan pemindahan dana dan surat-surat berharga berskala nasional yang diselenggarakan oleh bank sentral Amerika Serikat yang dikenal sebagai Federal Reserve. Sistem ini terhubung ke 12 bank sentral Negara bagian dengan banyak lembaga keuangan yang tergabung dalam jaringan tersebut yang memiliki cadangan atau rekening kliring di Fedres. Fedwire memproses hampir US$1.4 trillion per hari dalam bentuk dana dan surat-surat berharga. Sistem pemindahan dana melalui Fedwire menyediakan transfer elektronik antar lembaga keuangan dan mempunyai fungsi baik sebagai proses kliring maupun pengendapan dananya (settlement). Pelayanan Fedwire bisa diakses melalui computer interface secara langsung atau secara off-line dari pesawat telpon melalui system pengiriman elektronik berbasis PC yang dikenal sebagai Fedline. Beberapa karakteristik Fedwire adalah sebagai berikut:
• Sistem pembayaran secara real-time dari Federal Reserve
• Digunakan oleh lembaga-lembaga keuangan yang memiliki rekening di Federal Reserve
• Digunakan terutama untuk pemindahan dana yang relative besar yaitu dengan rata-rata sebesar $3.5M
• Koneksi On-line yang mencakup 7800 institusi dan 99% transfer memakai koneksi ini:
– Direct connection
– Computer dialup
• Koneksi Off-line mencakup 1700 institutions dan 1% of transfers
– Instruksi telpon dengan katasandi tertentu
• Akses FedLine dari PCs
• Beberapa layanan lainnya berbasis Web tetapi bukan jasa pemindahan dananya
Peserta Fedwire
• Lembaga Depository
• Agen atau cabang bank-bank asing
• Bank anggota dari Federal Reserve System
• U.S. Treasury dan authorized agencies
• Bank sentral Negara lain, otoritas moneter Negara lain, pemerintahan Negara lain, organisasi internasional tertentu; serta
• Pihak lain yang disahkan oleh Reserve Bank
Mekanisme Kerja Fedwire
CHIPS
Clearing House Interbank Payment System (CHIPS) adalah jaringan pemindahan dana yang dimiliki dan dioperasikan oleh (NYCHA) untuk mengirim dan menerima pembayaran dalam U.S. dollar antara bank-bank, baik bank domestik maupun bank asing, yang mempunyai kantor di kota New York. Beberapa informasi lain mengenai CHIPS ini adalah sebagai berikut:
– Dimiliki pihak swasta
– Mencakup 128 banks di 29 negara
– Total $1.44T dipindahkan perhari dengan rata-rata transaksi sebesar $6.6M
– Biaya transaksi berkisar antara $0.13 – $0.40
Mekanisme Operasi CHIPS
CHIPS merupakan system pembayaran netto multilateral. Tidak seperti Fedwire, pemindahan dana melalui CHIPS tidak diendapkan pada saat instruksi pembayaran dikirimkan, tetapi baru diendapkan pada akhir hari melalui net settlement arrangement dilaksanakan bersama Bank sentral Negara bagian New York.
SWIFT
Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunications (SWIFT) adalah kerjasama nir laba dari anggota bank yang melayani jaringan telekomunikasi antar bank, yang berbasis di Brussels Belgia. Tidak seperti EFT systems, SWIFT hanya menyediakan instruksi untuk melakukan pemindahan dana. SWIFT tidak memiliki mekanisme penyerahan dana (settlement). Pemindahan dana aktualnya dilaksanakan melalui pendebetan atau pengkreditan terhadap rekening bersangkutan pada lembaga peserta jaringan. Beberapa data atau penjelasan ringkas mengenai SWIFT adalah sebagai berikut:
• Mencakup 7125 lembaga di 193 negara
• Sebanyak 1.27 milyar pesan per tahun dengan nilai dana $5 triliun per hari
• Biayat ~ $0.20 per pesan
• Menggunakan X.25 packet protocol
• Mulai mengarah ke full IP network pada tahun 2002
CHAPS
CHAPS (Clearing House Automated Payment System) adalah sistem pemindahan elektronik untuk pengiriman pembayaran antar bank di hari yang sama. Sistem ini beroperasi dengan bekerja sama dengan Bank of England dalam menyediakan jasa pembayaran dan penyelesaiannya. System yang sudah dikemabngkan sejak tahun 1984 ini merupakan salah satu system pembayaran seketika yang terbesar setelah Fedwire di Amerika Serikat
TARGET
TARGET, singkatan dari Trans-European Automated Real-time Gross settlement Express Transfer system, adalah system pembayaran seketika untuk mata uang euro di eropa. Sistem ini terdiri dari 15 RTGS nasional negara-negara di Eropa. TARGET system seketika (a real-time system) yang dalam kondisi normal pembayaran akan mencapai tujuan dalam beberapa menit saja atah bahkan detik.

Jumat, 25 Mei 2012

Informasi Pariwisata Taman Margasatwa Ragunan

Rutinitas keseharian di Jakarta sering membuat orang stress. Beban kerja yang tinggi, lingkungan yang padat, juga jalan yang macet. Liburan di akhir pekan menjadi salah satu pilihan untuk mengendurkan saraf yang tegang. Mengajak keluarga juga akan merekatkan hubungan yang mungkin selama semingggu agak kurang.
Salah satu tempat yang cocok menjadi wisata keluarga adalah Taman Margasatwa Ragunan (TMR) atau lebih dikenal dengan Kebun Binatang Ragunan. Apa yang menarik ditempat ini?
TMR dibangun menurut rancangan konsep kebun binatang terbuka. Lingkungannya didominasi pohon yang rimbun. Suasana jalan-jalannya mirip dengan kebun Raya Bogor.
Koleksi satwanya lebih dari 3000 ekor, terdiri dari 270 jenis, dimana 90% nya adalah satwa asli Indonesia. Setiap satwa diperagakan dalam kandang menurut habitat aslinya. Sehingga pengunjung bisa begitu dekat dengan satwa.
Jalan-jalan yang rindang, kandang-kandang yang untuk mencapainya kita harus lewat rerimbunan, bernuansa hutan. Tersedia juga sepeda untuk satu orang dan tandem. Pilihan bagi yang inginsekalian berolah raga sepeda. Nuansa yang hijau, jauh dari keramaian jalan besar menjadi tempat yang nyaman untuk wisata keluarga.
Keindahan panorama dan kerimbunan pepohonan. Tempat yang paling banyak disukai pengunjung untuk berekreasi. Lebih dari 50.000 pohon bertebaran di taman ini yang memberikan kesejukan dan kenyamanan baik untuk satwa maupun pengunjung.
Fasilitas dan Sarana Hiburan
Taman Satwa Anak
Taman Satwa Anak merupakan kebun binatang mini untuk belajar mengenal hewan. Berbagai jenis hewan diperagaan seperti kambing, domba, kelinci, marmut, ayam, ikan, burung kakatua, dan kura-kura. Fasilitas yang ada; Gedung pendidikan – tempat kegiatan belajar mengajar untuk anak TK dan SD; Piknik area – tempat beristirahat dan bersantai di bawah pohon sambil menikmati udara segar; Play ground – tempat bermain yang menyerupai habitat hewan atau tempat bermain yang bernuansa alam, seperti rumah pohon, lubang tikus, dan jaring laba-laba. Ada juga kereta mini yang pasti disukai anak-anak untuk berkeliling di sekitar taman.
Pusat Informasi
Gedung Pusat Informasi merupakan tempat pelayanan informasi. Fasilitas yang ada; ruang pertemuan; ruang pelayanan pengunjung; ruang promosi; ruang audio-visual; ruang pameran, dan ruang pelayanan panggilan serta ruang teater dimana pengunjung dapat menonton film satwa.
Taman Perahu
Taman perahu merupakan kolam besar, membentang dari utara ke selatan seluas 2000 m², terdapat beberapa pulau di tengahnya. Pulau tersebut menambah keindahan juga sebagai tempat peragaan satwa yang bersifat alami. Satwa yang diperagakan; siamang, lutung, dan beberapa jenis burung air, bangau, dan raja udang. Andapun dapat menikmati keindahan dengan perahu angsa mengitari pulau sambil menikmati pemandangan yang menyerupai hutan hujan tropis.
Pusat Primata Schmutzer
Pusat Primata Schmutzer mempunyai peranan penting dalam konservasi primata Indonesia dan sekaligus sebagai Jendela Informasi Primata. Tempat ini merupakan tempat kami rekomendasikan untuk dikunjugi bila anda ke Ragunan. Kompleks seluas 13 ha, dirancang dengan konsep open zoo dimana satwa yang tinggal di dalamnya seolah-olah berada di habitat aslinya.
Di dalamnya ada berbagai koleksi primata, yang menjadi andalan adalah gorila. Ada fasilitas untuk melihat kehidupan orang utan di alamnya, berupa gua yang ada kacanya. Jadi kita bisa melihat orang utan tanpa mereka tahu. Kemudian juga ada rumah pohon untuk melihat orang utan dari ketingggian.
Untuk memasuki tempat ini kita di larang membawa makanan dan minuman. Peraturan ini dibuat untuk menghindari pengjunjung memberi makanan kepada hewan piaraan. Mungkin dikhawatirkan kalau tertular penyakit dari luar atau menjadi tergantung makanan yang tidak tepat.
Untuk minuman jangan khawatir. Di dalam banyak fasilitas keran air siap minum, tersebar di semua lokasi Pusat Primata Schmutzer.
Fasilitas yang ada meliputi:dapur satwa, karantina, laboratorium, play ground, terowongan orangutan (orangutan tunnel), jembatan pohon (canopy bridge) dan pusat pendidikan satwa – tempat kegiatan belajar-mengajar dan informasi primata.
Rakit Wisata
Rakit Wisata Ragunan merupakan wahana baru berupa perahu rakit berbentuk empat persegi panjang berukuran sekitar 2×4 m. Rakit ini menyerupai kayu-kayu gelondongan yang terbuat dari fiberglass. Modelnya seberti perahu pada jaman batu dalam film Flinstone. Di atasnya terdapat bangku panjang berjejer untuk para penumpangnya dan diberi atap di atasnya agar penumpang lebih nyaman. Daya tampung rakit ini bisa mencapai 25 orang dan dijalankan dengan tenaga mesin.
Alamat Taman Margasatwa Ragunan:
Jl. R.M. Harsono No. 1 Ragunan Jakarta 12550, Jakarta Selatan
Phone: (062 21) 7820015, 789015, 7806975
Fax. (062 21) 7805280

Minggu, 11 Maret 2012

Bank Dan Perbankan

GAMBARAN UMUM PERBANKAN
Bank: lembaga keuangan yang fungsi utamanya menyediakan jasa intermediasi & jasa keuangan lainnya kepada perusahaan dan rumah tangga, dengan tujuan untuk memaksimumkan kekayaan pemilik.

A.KLASIFIKASI BANK

Bank diklasifikasi berdasarkan berbagai macam perspektif, yaitu:
1. Segi fungsinya,
2. Segi kepemilikannya,
3. Segi status,
4. Segi penentuan harganya.

Berdasarkan segi fungsinya, bank diklasifi-kasi menjadi:
1. Bank umum (komersial + syariah): bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberi-kan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
2. BPR: bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasar-kan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Berdasarkan segi kepemilikannya, bank diklasifikasi menjadi:
1. Bank Pemerintah: bank yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah;
2. Bank swasta nasional: bank yang seba-gian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional Indonesia;

Berdasarkan segi statusnya, bank diklasifikasi menjadi:
1. Bank devisa: bank yang melaksanakan transaksi luar negeri atau transaksinya berhubungan dengan valas.
2. Bank nondevisa: bank yang tidak diperbolehkan melakukan transaksi dengan luar negeri atau berkaitan dengan valas.

Berdasarkan segi cara menentukan harga, bank diklasifikasi menjadi:
1. Bank konvensional: bank yang dalam menentukan harganya menetapkan suatu tingkat bunga tertentu, baik untuk dana yang dikumpulkan maupun disalurkan.
2. Bank syariah: bank yang penentuan harganya tidak menetapkan suatu tingkat bunga tertentu tetapi didasarkan pada prinsip-prinsip syariah.

B.Sifat Industri Perbankan

Sifat khusus industri perbankan, ada dua yaitu :
1. Sebagai salah satu sub-sistem industri jasa keuangan.
Bank bisa disebut juga sebagai jantung jasa keuangan. Disebut sebagai jantung, karena bank sebagai motor penggerak roda perekonomian suatu negara, salah satu leading indicator kestabilan tingkat perekonomian suatu negara . Jika perekonomian suatu negara. Jika perbankan mengalami suatu masalah keterpurukan, hal ini adalah indikator perekonomian negara yang sedang sakit.
2. Industri perbankan adalah industri yang sangat bertumpu kepada kepercayaan masyarakat (fiduciary financial institution). Kepercayaan masyarakat (fiduciary financial institution) adalah segala-galanya bagi bank. Begitu masyarakat tidak percaya pada bank, bank akan menghadapi “rush” dan akhirnya koleps. Di AS pada abad 19-20, setiap 20 tahun sekali terjadi krisis perbankan sebagai akibat krisis kepercayaan ( Lash, 1987 : 8 ).

C.Fungsi dan Peranan Bank Secara Umum

Fungsi Bank
1. Penghimpun dana Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu:
a. Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.
b. Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.
c. Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam)
Peranan Bank
Dalam menjalankan kegiatannya bank mempunyai peran penting dalam sistem keuangan, yaitu :
1. Pengalihan Aset (asset transmutation)
Yaitu pengalihan dana atau aset dari unit surplus ke unit devisit. Dimana sumber dana yang diberikan pada pihak peminjam berasal pemilik dana yaitu unit surplus yang jangka waktunya dapat diatur sesuai dengan keinginan pemilik dana. Dalam hal ini bank berperan sebagai pangalih aset yang likuid dari unit surplus (lender) kepada unit defisit (borrower).

2. Transaksi (transaction)
Bank memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku ekonomi untuk melakukan transaksi. Dalam ekonomi modern, trnsaksi barang dan jasa tidak pernah terlepas dari transaksi keuangan. Untuk itu produk-produk yang dikeluarkan oleh bank (giro, tabungan, depsito, saham dan sebagainya)merupakan pengganti uang dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran.

3. Likuiditas (liquidity)
Unit surplus dapat menempatkan dana yang dimilikinya dalam bentuk produk-produk berupa giro, tabungan, deposito, dan sebagainya. Produk-produk tersebut masing-masing mempunyai tingkat likuiditas yang berbeda-beda. Untuk kepentingn likuiditas para pemilik dana dapat menempatkan dananya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Dengan demikian bank memberikan fasilitas pengelolaan likuiditas kepada pihak yang mengalami surplus likuiditas dan menyalurkannya kepada pihak yang mengalami kekurangan likuiditas.

4. Efisiensi (efficiency)
Peranan bank sebagai broker adalah menemukan peminjam dan pengguna modal tanpa mengubah produknya. Disini bank hanya memperlancar dan mempertemukan pihak-pihak yang saling membutuhkan. Adanya informasi yang tidak simetris (asymmetric information) antara peminjam dan investor menimbulkan masalah insentif. Peran bank menjadi penting untuk memecahkan masalah insentif tersebut. Untuk itu jelas peran bank dalam hal ini yaitu menjembatani dua pihak yang saling berkepentingan untuk menyamakan informasi yang tidak sempurna, sehingga terjadi efisiensi biaya ekonomi.

D.Peranan Bank Indonesia dalam Perbankan

Tujuan BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut BI mempunyai 3 tugas utama, yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi bank. Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter tersebut, BI berwenang menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkan. Perlu dikemukakan bahwa tugas pokok BI berubah sejak diterapkannya undang-undang tersebut, yaitu dari multiple objective (mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memelihara kestabilan nilai rupiah) menjadi single objective (mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah). Dengan demikian tingkat keberhasilan BI akan lebih mudah diukur dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

E.Deregulasi Perbankan Indonesia

Deregulasi perbankan adalah keadaan dimana terjadinya perubahan peraturan dalam perbankan, khususnya di Indonesia. Hal ini terjadi karena belum tangguhnya keadaan perbankan Indonesia, disebabkan perbankan Indonesia adalah warisan dari negara penjajah di Indonesia sehingga tidak memiliki kemampuan untuk mengelola perbankan dengan baik dan Indonesia memang tidak didasari untuk belajar dari negara-negara lain yang sudah lebih lama mengatur soal bank.

Sabtu, 03 Desember 2011

Sistem Informasi Akutansi "Pembayaran Secara Kredit"

Flowchart Document Pembayaran Kredit

Context Diagram Sistem Informasi Perusahaan.



DFD Sistem Informasi Akutansi.

Minggu, 30 Oktober 2011

Bentuk Jurnal Umum Dan Buku Besar

Bentuk Jurnal Umum yang di catat selama bulan oktober.



Buku Besar Pada KAS

Buku Besar Pada Biaya BBM

Buku Besar pada Biaya Makan

Minggu, 25 September 2011

Menganalisa Pedangang Rokok Menggunakan Sistem Informasi Akutansi

Menganalisa apakah sebuah pedangang Rokok menggunakan Sistem Informasi Akutansi.

Sebelum kita bisa mengetahui apakah pedangang rokok itu menggunakan SIA kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu dari Sistem Informasi Akutansi (SIA).
Sistem.
Sistem secara garis besar yaitu suatu komponen / unsur-unsur yang saling berinteraksi satu sama yang lain untuk mencapai suatu tujuan yang sama.
Siklus sistem mencakup tiga tahap utama : Perencanaan dan analisis, perancangan, dan implementasi.
Analisis sistem.
Analisis sistem bertanggung jawab untuk pengembangan rancangan umum aplikasi-aplikasi sistem. Analisis sistem bekerja sama dengan pemakai untuk mendefinisikan kebutuhan informasi spesifik mereka. Adapun ada empat tahapan untuk analisis sistem :
1. Survei sistem berjalan.
2. Mengidentifikasi kebutuhan informasi pemakai.
3. Mengidentifikasi kebutuhan sistem yang perlu untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
4. Penyajian laporan analisis sistem.

Perencanaan sistem.
Perencanaan sistem mencakup identifikasi subsistem dalam sistem informasi yang perlu diperhatikan dalam pengembangan. Tujuan perencanaan sistem adalah mengidentifikasi masalah yang perlu di atasi segera ataupun untuk kepentingan masa datang.

Definisi SIA.
Suatu komponen yang saling berinteraksi, pengumpulan, mengenalisa, suatu informasi untuk mengkelarifikasikan suatu masalah untuk mengambil keputusan bagi pihak-pihak yang memerlukan informasi tersebut.

Tujuan Sistem Informasi Akutansi
Dari penjelasan dari sistem informasi akutansi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem akutansi adalah untuk penyajian informasi akutansi akutansi kepada semua pihak , yang membutuhkan informasi tersebut, Baik pihak internal maupun eksternal.

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan SIA barulah survei dilapangan apakah benar / apakah pedangan rokok sudah mempergunakan sistem SIA pada proses berdangannya??

Awal mulanya saya menanyakan kepada pedangan yang ada di sekitar rumah, secara umum saya tidak langsung mempertanyakan apakah pedangan tersebut melakukan peroses SIA. Karna jika saya menanyakan secara langsung pedangan tersebut tidak akan mengerti apakah SIA tersebut, maka dari itu saya hanya menanyakan hal-hal yang menjurus kepada sistem dari SIA.
Mulanya sebulum pedangang tersebut membuka warung terlebih dahulu ia mempunyai modal, setelah ia mempunyai sebuah modal yang menurutnya ia cukup memikirkan usaha apa yang menurut ia cukup untuk modal yang ia punya dan mendapatkan ke untungan yang lumanyan besar. Dan akhirnya pedangang ini memberanikan membuka usaha warung rokok, dan didalamnya ia tidak hanya berjualan rokok tapi bermacam-macam,model pedangan yang saya tanya ini sperti model warung kopi (WARKOP).
Saya sempat mempertnyakan kenpa ingin membuka usaha warung rokok / WARKOP ini?
Pedangan tersebut menjawab dengan santai :
Menurut saya orang-orang sudah bnyak sekali yang merokok,karna dalam kehidupannya rokok itu sudah seperti penyuplai hidup mereka,bagaikan nasi yang menjadi kebutuhan hidup setiap manusia indonesia, dan juga usah ini tidak terllu bermodal besar sampai berpulu-puluh juta, asalkan kita berani berusaha pasti akan berhasil.
Itu lah ucapan dari pedangan tersebut, tak lupa saya menanyakan. Barang-barang yang di perjual belikan di warung ini mendapatkan dari mnh? Dan apakah bapak berjalan untuk membelinya/ ada penyuplai barang-barang ini bapak?
Pedangang tersebut berkata :
Awal mulanya saya membuka warung ini setelah saya mempunyai modal lalu saya mencari tempat yang setrategis yang dimana banyak orang-orang yang membutuhkan rokok dan lain-lain, setelah itu saya mencari sebuah agen-agen yang harganya sangat cocok. Supaya harga rokok tersebut saya jual tidak terllu mahal,dan saya mendapatkan ke untungan. Kemudian setelah semuanya saya memperhitungkan harga jual dan ke untungan yang saya dapatkan, setelah semuanya selesai baru saya membuka warung ini sudah sampai 2tahun saya membuka warung ini, ke untungan yang didapat tidak tentu,setiap minggunya saya selalu membuat catatan apa-apa saja yang habis dari barang-barang dagangan saya ini dan saya juga sllu mencatat tiap minggunya keutungan yang saya peroleh. Keuntungan yang saya dapatkan tidak tentu saya bisa meraup keuntungan kurang lebih 200 keatas, terkadang bisa kurang dari itu bisa jga lebih. Maklum hanya sebuah WARKOP yang keuntungannya tidak sellu tetap.

Dan itulah hujar dari pedangan itu, dari itu saya bisa menelaa bahwa pedangan tersebut tanpa ia ketahui sudah mempergunakan proses SIA.

Saat saya mempertnyakan tentang SIA kepada pedangang tersebut ia menjawab ‘saya tidak mengetahui tentang itu pkoknya proses saya hanya seperti itu’ saya juga tidak menjelaskan terllu bnyak kepada pedangan tersebut hanya secara gambaran umum aja.

Dan begitulah hasil survei yang saya dapatkan, adapun transaksi apa saja yang pedagang itu lakukan.
• Teransaksi pembelian sebuah barang untuk diperjual belikan.
• Teransaksi membuat sebuah warung kopi,bisa dikatakan menyewa tempat.
• Teransaksi terhadap pembeli.
• Hingga sampai teransaksi membeli barang-barang yang diperjualkan kembali.

Itu lah yang hanya bisa katakan macam-macam transaksi yang pedagang tersebut lakukan.

Dalam proses ini saya juga membentuk dalam gambar agar mempermudah.